|
Laporan Kegiatan PKU "Membendung Pemikiran Kontemporer" Oleh: Ahmad Adib Musthofa, S.H.I (Guru Pes. Al-Manshur/Peserta PKU)
Banyaknya pemikir-pemikir Islam yang beredar di Indonesia telah memberikan warna baru dalam dunia keislaman. Banyak paham-paham Barat yang diterapkan oleh intelektual muslim pada ajaran islam sehingga pemikran tersebut secara lambat laun merusak generasi-generasi islam Indonesia. Banyaknya intelektual muslim yang belajar islam dari kaca mata Barat secara lambat tapi pasti memberikan warna dan corak pemikiran islam Indonesia. Kebanyakan intelektual muslim Indonesia yang belajar di Barat telah terkontaminasi dengan pemikiran yang rusak. Sebab barat mempelajari islam hanya untuk sebagai objek penelitian, sedangkan islam diturunkan didunia adalah untuk diamalkan. Sehingga banyak intelektual muslim secara tidak sadar telah menyerang agama islam.
STAIN, IAIN dan UIN adalah sarang dari pemikiran Barat yang sarat akan kepentingan. Banyaknya dosen-dosen Indonesia yang belajar islam dinegara Barat, banyak sedikitnya telah merubah beberapa ajaran islam. Bahkan kurikulum dilembaga perguruan islam tersebut sengaja rancang untuk menyerang islam. Banyak buku-buku pengangan yang diajarkan kepada mahasiswa adalah produk-produk pemikiran Barat. Kemudian untuk mempelajari islam mereka harus menggunakan pendekatan ilmu-ilmu Barat. Padahal islam telah memiliki ilmu-ilmu untuk memahami ajaran islam. Dari beberapa fenomena yang terjadi pondok pesantren Darussalam Gontor bekerjasama dengan institusi pemerintah dalam hal ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melaksanakan Program Kaderisasi Ulama atau yang biasa disebut dengan PKU. Pelaksana dari program ini adalah Institut Studi Islam Darussalam (ISID) dan Central Islamic and occidental study (CIOS). Adapun dosen-dosen pengajar PKU adalah berasal dari dosen-dosen ISID dan peneliti-peneliti CIOS. Diantaranya adalah Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (direktur CIOS), Dr. Adian Husaini (ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia), Dr. Adnin Armas (peneliti INSIST dan CIOS), Dr. Nirwan Syafrin (peneliti INSIST dan CIOS), Henry Solahuddin, MA (peneliti INSIST dan CIOS), Dr. Taufiq Hulaimi (ahli usul fiqh), Muhammad Muslich, MA (peneliti CIOS dan Dosen ISID), Ahmad Suharto dan masih yang lainnya. Adapun para peserta PKU adalah perwakilan-perwakilan dari pesantren seluruh Indonesia. PKU 2009/2010 merupakan angkatan ketiga, pada angkatan ini diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari pesantren di Indonesia. Syarat untuk mengikuti kegiatan ini adalah harus sudah menyelesaikan kuliah program S1. sebab dalam kegiatan ini peserta diharapkan telah memiliki basic menulis dan membaca serta pengetahuan islam yang cukup. Kegiatan PKU dimulai pada tanggal 1 Desember 2009 dan insya allah akan berakhir pada bulan Mei 2010. pada minggu pertama peserta PKU dibekali teori membaca dan menulis dari tingkat satu sampai tingkat 4. materi ini diisi oleh dosen ISID ust Muhammad Muslich. Disetiap tingkatan dari materi ini peserta untuk mempraktekkan cara membaca dan menulis dalam bentuk tulisan seperti membuat resensi buku, membuat book review, makalah dan mengkritik buku. Bersambung...... |